Pengelola Perpustakaan Desa ikut Pelatihan Pengembangan Literasi Berbasis TIK
Agustus 2, 2023AMBON, FM,- Dalam mewujudkan salah satu program prioritas Nasional 2020-2024 yakni meningkatkan budaya literasi, inovasi dan kreatifitas, puluhan pengelola perpustakaan desa/negeri dan kelurahan di kota Ambon mengikuti bimbingan teknis pengembangan literasi berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri diantaranya, Fasilitator Program Transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial, Ronald Stenly Latuihamallo dari Dinas Perpustakaan Provinsi Maluku dan Edwin Manuhutu dari dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Ambon. yang digelar pada salah satu hotel di kota Ambon, Rabu (2/08/2023)
Dalam laporan yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Ambon, Jane’s Aponno menyebutkan, dalam Bimtek kali ini menggunakan metode pertemuan on-site atau tatap muka.
Bimtek ini ditekankan pada strategi dan langkah-langkah praktis untuk mentransformasi perpustakaan umum yang disampaikan dengan metode pembelajaran orang dewasa (POD). sehingga memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berpartisipasi secara efektif dan saling berbagi pengalaman dan pembelajaran.
Nantinya dalam penerapannya,
Fasilitator akan memandu agar peserta menemukan sendiri jawaban dengan variasi metode-metode seperti presentasi diskusi pemutaran film dan permainan yang disesuaikan dengan topik dan tujuan dari setiap sesi.
Disebutkan, sejak tahun 2017 hingga 2022 dinas perpustakaan dan kearsipan Kota Ambon telah memberikan bantuan buku dan komputer kepada 25 perpustakaan Desa Negeri Kelurahan di Kota Ambon.
Bantuan ini merupakan bentuk kerjasama dengan coca-cola foundation (CCFI) yang didukung oleh bill dan Melinda gates foundation melalui program (PerpuSeru) Perpustakaan Seru serta kerjasama dengan Perpustakaan Nasional RI melalui program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
supaya pemberian komputer ini dapat dimanfaatkan dengan benar tentu hari ini dilaksanakan kegiatan seperti ini kepada 40 orang pengelola perpustakaan yang berasal dari 20 Desa Negeri Kelurahan di Kota Ambon.
Sementara itu, Pj. Wali kota Ambon, Bodewin Wattimena dalam sambutannya menyebutkan, saat ini kita sedang berada di era” disrupsi” dimana perubahan dalam berbagai bidang terjadi begitu cepat sebagai akibat dari perkembangan teknologi dan informasi.
Di era ini bukan lagi siapa yang kuat yang akan keluar sebagai pemenang tetapi siapa yang mau berinovasi dan berubah sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi dialah yang akan keluar sebagai pemenang dalam berbagai persaingan baik itu ekonomi industri kesehatan pendidikan pariwisata dan tidak terkecuali bidang perpustakaan.
Menyadari akan hal itu, salah satu program prioritas nasional 2020-2024 yakni meningkatkan budaya literasi inovasi dan kreativitas untuk meningkatkan budaya dimaksud ujung tombaknya adalah perpustakaan sebab itu perpustakaan harus berani bertransformasi yang dimulai dari perubahan paradigma berpikir para pengelola perpustakaan dan juga perubahan layanannya.
Lanjutnya, perpustakaan yang pada awalnya hanya sebagai tempat orang pinjam dan baca buku harus berubah menjadi pusat kegiatan dan belajar masyarakat di mana perpustakaan itu ada.
” Dalam konteks itu, sebagai pejabat Wali kota Ambon dirinya memberikan apresiasi kepada dinas perpustakaan kearsipan yang melaksanakan kegiatan Bimtek ini.
Lebih jauh Wattimena mengungkapkan, mencerdaskan masyarakat kota Ambon harus dilakukan secara holistik tidak hanya terbatas di ruang-ruang sekolah formal tapi juga harus melalui pembelajaran non formal lainnya sebab literasi bukan sekedar bisa baca dan bisa tulis tetapi literasi itu adalah keterampilan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengelola informasi yang diperoleh dan menjadikannya barang atau jasa yang bernilai ekonomis.
Dirinya berharap pengelola perpustakaan mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga materi yang diberikan dapat diterima dengan mudah dan mengimplementasikannya pada setiap perpustakaan di desa masing-masing dan bantuan buku dan komputer yang sudah diterima harus dimanfaatkan dengan benar atau kebutuhan masyarakat yang beraktivitas di perpustakaan.
“Jangan pakai komputer itu untuk pekerjaan administrasi desa,” ujarnya.
Akhir dari sambutannya, dirinya berpesan kepada para pengelola desa untuk harus menolong banyak orang melalui perpustakaan.
“Kalau tidak bisa menolong banyak orang tolonglah beberapa orang kalau tidak bisa tolong beberapa orang tolonglah satu orang kalau tidak bisa juga menolong satu orang usahakanlah jangan bikin susah hidupnya,” tutupnya. (Eda L)


