33 Partisipan Turut Warnai Amboina Fair 2023
November 4, 2023AMBON,FM,- Sebanyak 33 Partisipan turut hadir mewarnai kegiatan Amboina Fair tahun 2023, partisipan terdiri dari 20 dari perwakilan AMGPM daerah kota Ambon dan sisanya adalah UMKM kota Ambon.
Kegiatan ini digagas oleh Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku, yang berlangsung di Pattimura Park Ambon, Jumat (03/11/2023) malam.
Turut hadir dalam kegiatan dimaksud, Penjabat wali kota Ambon, Bodewin Wattimena, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Ny.Lisa Wattimena, sejumlah pimpinan OPD lingkup Kota Ambon, Pengurus Besar ( PB) AM-GPM, Pengurus Cabang dan Ranting, Ketua dan Fungsionaris, Kader AM-GPM dan para Sponsorsif.
Panitia pelaksana dalam laporannya menyebutkan, kegiatan ini dilakukan sebagai wadah untuk angkatan muda GPM dapat mengembangkan talenta yang dimiliki serta menumbuhkembangkan semangat wirausaha.
Dijelaskan, Amboina Fair awalnya diinisiasi pada tahun 2021 tetapi hanya untuk internal AMGPM, tetapi ditahun 2022 justru dikembangkan dan b ertransformasi serta merangkul juga semua lapisan masyarakat.
Bahkan di tahun 2023 ini hadir dengan sentuhan baru.
Di kesempatan yang sama, Ketua Daerah AMGPM Kota Ambon, Ivanna Tuhumena dalam sambutan singkatnya.
Kami berharap pelaksanaan kegiatan di hari ini akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan tentunya akan mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Ambon agar menjadi salah satu agenda yang nantinya sangat dinantikan oleh masyarakat kota Ambon.
Produk dari AMGPM Kota Ambon selain gerak jalan indah semuanya dapat berjalan dengan baik, sehingga kita dapat menyampaikan pesan damai dari Maluku dari Kota Ambon bahwa Ambon ini damai jangan khawatir untuk datang ke Kota Ambon, jangan takut untuk berinvestasi di Kota Ambon Ambon. “Ambon Par Samua”
Penjabat Wali kota Ambon, Bodewin Wattimena juga menyatakan, peran serta AMGPM serta kontribusinya bagi kota Ambon yang sama-sama kita cintai.
Perkembangan Kota Ambon di hari ini adalah UMKM di kota Ambon bertumbuh subur dan ada di mana-mana.
Data yang kita miliki tercatat bahwa per hari ini jumlah UMKM di kota Ambon sebanyak 25.000 UMKM.
“Bicara UMKM bukan saja pelaku-pelaku usaha rumahan seperti ini lalu industri kecil tetapi juga sampai kepada para pedagang yang ada di pasar ini semua masuk dalam kelompok usaha mikro kecil dan menengah yang secara teoritis memiliki persyaratan-persyaratan untuk dikelompokan menjadi usaha mikro,” ucapnya.
Disadari sungguh, tantangan kita dewasa ini apalagi yang berkaitan dengan tingkat pengangguran yang terus meningkat di kota ini membuat pemerintah dan seluruh masyarakat berupaya untuk mencari alternatif usaha yang memudahkan masyarakat agar dapat memperoleh pendapatan dan karena itu UMKM adalah salah satu pilihannya.
Pemerintah kota dalam upaya bersama dengan masyarakat telah melakukan berbagai hal mulai pada saat UMKM ini.
Mulai dari pembentukan usahanya sampai dengan membantu untuk usaha pembesarannya.
“Kenapa ini penting karena kalau kita lihat salah satu pelaku usaha yang tetap eksis terus bertumbuh dan berkembang di tengah-tengah berbagai tantangan baik itu covid 19 kemarin maupun juga resesi ekonomi yang dialami itu adalah UMKM dan karena itu, pemerintah sangat konsen dan berupaya untuk memfasilitasi pelaku-pelaku usaha mikro kecil dan menengah supaya minimal mereka dapat berusaha dan turut berkontribusi dalam rangka penurunan angka pengangguran di Kota Ambon,”tuturnya.
Dijelaskan, memberdayakan para potensi kader AMGPM supaya dapat terlibat dalam usaha-usaha seperti ini sehingga tidak menggantungkan harapannya hanya untuk menjadi ASN hanya untuk menjadi profesi,padahal kalau dibandingkan tingkat pendapatannya dengan UMKM yang sudah eksis.
sebenarnya jauh lebih besar yang berusaha selaku pelaku usaha UMKM yang yang hari ini sudah bagus artinya bahwa semua hal bisa kita kerjakan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh maka sebenarnya itu menjadi sumber pendapatan kita.
terima kasih kepada mgpm Dakota yang sudah melaksanakan kegiatan ini ini adalah salah satu cara kita untuk memberdayakan UMKM pemerintah kota sendiri berupaya untuk menyiapkan tempat atau fasilitas seperti ini untuk seluruh UMKM bisa menjual produk-produknya.
“Saya sudah sampaikan di ruang terbuka publik bahwa kita akan segera buat tempat untuk UMKM menjual hasil atau produksi produk-produknya. Kan berjualan UMKM Ini semata-mata untuk memperlebar transaksi, membesarkan produk yang dimiliki.sehingga sudah menjadi tugas pemerintah untuk memberikan tempat yang layak bagi UMKM,” pungkasnya
Diakui sungguh sampai hari ini Pemkot akan terus mendukung kegiatan seperti ini bukan hanya di tahun ini tetapi secara terus menerus
Agar dapat memberikan pendapatan bagi masyarakat.
Diakhir pidatonya, Wattmena meminta agar seluruh elemen masyarakat dapat turut bekerja bersama dapaterkolaborasi dan mendukung Pemkot agar dapat lebih fokus membenahi kota ini agar semakin baik kedepan. (Eda L)


