Pj Ketua PKK Maluku Buka Lomba Bertutur  SD/MI Tingkat Provinsi Maluku

Pj Ketua PKK Maluku Buka Lomba Bertutur SD/MI Tingkat Provinsi Maluku

Agustus 26, 2024 0 By admin

AMBON, fokusmaluku.com- Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Nita Sadali membuka secara resmi kegiatan lomba bertutur SD/MI Tingkat Provinsi Maluku tahun 2024, dengan tema ” meningkatkan budaya baca anak dengan bercerita” yang digelar di kantor Dinas Perpustakaan Maluku, mis (15/08/2024)

Kegiatan seremoni ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan provinsi Maluku berserta staf, dewan juri, para kepala sekolah dan orang tua dari peserta.

Dalam sambutannya, PJ Ketua Penggerak PKK Maluku menyatakan lomba bertutur bukan hanya ajang kompetisi semata, tetapi juga merupakan salah satu upaya kita untuk mengembangkan budaya literasi di kalangan siswa-siswi.

Disebutkan, dalam era yang serba digital ini, kemampuan bertutur dan membaca menjadi sangat penting.
Budaya baca adalah salah satu fondasi utama dalam membangun peradaban yang maju. Ditengah era digital yang serba instan.
“Kita dihadapkan pada tantangan besar dalam menanamkan kebiasaan membaca terutama pada anak- anak,kita sadari betapa pentingnya literasi untuk pengembangan karakter, kemampuan berpikir kritis dan kreativitas anak- anak kita,” akui Sadali
Dia menyebutkan, budaya baca tidak muncul begitu saja, perlu ditanamkan dan dibina melalui tiga pilar.

Pilar pertama, adalah keluarga, yang mana keluarga adalah sekolah pertama bagi anak- anak, pada keluarga juga nilai- nilai dasar, kebiasaan dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan mula dibentuk.

” Dengaembiasakan anak- anak mendengar cerita sebelum tidur, membacakan buku bersama-sama sama atau sekedar mendiskusikan cerita yang dibaca, kita telah menanamkan benih cinta membaca yang akan tumbuh seiring waktu.

Pilar Kedua adalah sekolah, yang mana merupakan tempat dimana anak- anak mengembangkan keterampilan membaca dan menulis lebih lanjut. Namun tugas sekolah bukan hanya mengajarkan teknik membaca, tetapi juga memotivasi siswa untuk mencintai bacaan.

Para guru dapat memanfaatkan metode bercerita sebagai cara efektif untuk menarik minat anak- anak terhadap buku. Melalui cerita, anak – anak dapat berimajinasi, memahami moral dan mengembangkan empati.

Pilar Ketiga adalah masyarakat ya g mana memiliki peranan penting dalam membentuk lingkungan yang mendukung budaya baca.
Program seperti perpustakaan keliling, teman baca, atau acara- acara bercerita di ruang publik dapat memberikan akses lebih luas kepada anak- anak untuk terlibat dan kegiatan membaca.

Selain itu, Tokoh masyarakat dan pemimpin lokal juga dapat menjadi contoh dengan aktif mempromosikan kegiatan literasi di lingkungan masing-masing.

Tambah, Sadali, TP.PKK sebagai mitra pemerintah dalam mendukung program peningkatan budaya literasi bagi anak- anak melalui program galeri pelangi atau gerakan keluarga Indonesia dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaan ekonomi.

” Program ini mengedepankan pentingnya peduli pendidikan dan literasi anak sejak dini, dengan cara menumbuhkan minat baca dan belajar pada anak- anak,” tuturnya.

TP.PKK memandang pentingnya peran keluarga dalam mendukung pendidikan anak, karena keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi anak untuk belajar dan tumbuh.selain itu, untuk memastikan keberhasilan program ini, TP.PKK juga bekerjasama dengan sekolah, perpustakaan dan komunitas literasi lokal.
Dengan sinergi ini diharapkan budaya literasi dapat semakin kuat dan dapat menjangkau semua kalangan yang ada di masyarakat.

Bagi Nita Sadali, bercerita adalah seni yang memiliki kekuatan besar dalam membangun imajinasi dan minat anak, mari kita jadikan kegiatan bercerita sebagai jembatan untuk menumbuhkan kecintaan membaca di kalangan anak- anak.

dengan sinergi yang terbangun antara keluarga, sekolah dan masyarakat yakinlah dapat membentuk generasi yang cerdas, berbudaya dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan ibu dapat menghasilkan generasi muda yang tidak hanya pandai bertutur kata, tetapi juga memiliki pengetahuan yang luas dan kritis. (Eda L)