BPPRD Kota Ambon Hadiri Capasity Building ETPD di Bali

BPPRD Kota Ambon Hadiri Capasity Building ETPD di Bali

Juni 16, 2025 0 By admin

AMBON, fokusmaluku com- BPPRD Kota Ambon bersama dengan tiga daerah lainnya di Maluku yakni, Kabupaten Buru dan MBD telah memenuhi undangan dari kantor Bank Indonesia perwakilan Maluku.

Tiga daerah ini diundang karena telah memenuhi unsur dalam hal Championship ETPD tahun 2024 yang penilaiannya akan diumumkan pada September 2025.

Peningkatan kapasitas ini berlangsung selama dua hari yakni Rabu tanggal 11-12 Juni berlangsung di Hotel Bali. Rudy Heljanan yang merupakan promotor pertama program ini di Kota Ambon kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (16/06/2025) menyebutkan, pelaksanaan hari pertama di Bali, dengan menghadirkan perwakilan dari BI Provinsi Bali, Kantor Bapenda Bali.

Intinya menceritakan bagaimana penggunaan ETPD di provinsi Bali melalui BI, sukses stori.

ETPD sendiri terdiri dari empat tahapan inisiasi, berkembang, maju dan digital yang terpenting adalah digital.

Disebutkan, pelaksanaan Championship yang kemarin juga kota Ambon sudah ada di posisi ke empat dari seluruh Kabupaten/kota di Maluku, Papua, dan NTT.

Kekurangan kita adalah literasi dan edukasi kepada masyarakat, pembayaran non tunai masih kecil.

“Kita bersyukur sudah ada pembayaran retribusi pasar di Ambon yang menggunakan sistem non tunai dengan menggunakan alat pembayaran M-post oleh Disperindag Ambon di pasar Nania dan Waiheru kita Ambon,” ujar Heljanan.

Dijelaskan, hari kedua materi disampaikan oleh kabupaten Uleleng karena daerah itu memperoleh peringkat pertama TP2D oleh Pempus.

Sesi kedua disampaikan oleh Deputi Menko Perekonomian, Puji Gunawan yang adalah penanggung jawab utama TPAD yang menceritakan tentang kiat-kiat meningkatkan kapasitas aparatur di daerah untuk meningkatkan retribusi dan pajak daerah.

Intinya seluruh pembayaran pajak dan retribusi daerah harus non tunai.
Manfaatnya adalah dimudahkan dari sisi laporan penerimaan keuangan daerah secara transparan.

“Kita harus bisa menentukan potensi kita berapa dulu barulah kita belanja, seperti halnya kabupaten Uleleng yang keuangannya tidak pernah defisit karena mereka tau potensi yang dimiliki, bahkan belanja sesuai dengan peruntukannya dengan cara digital,” tuturnya.

Diharapkan .elalui capasity building ini kita sudah sudah memiliki roadmap dari tahun 2022-2025, sekarang ini wajib menyusun juga untuk tahun 2025-2028 karena harus masukan semua visi-misi Kepala daerah yang baru,karena masih menunggu RPJMD di setiap daerah.

Akhir dari kegiatannya adalah setiap daerah wajib menyusun ulang roadmap ETPDnya dengan tetap berkonsultasi dengan BI sebagai penanggungjawab, dengan waktu yang ditetapkan adalah tiba bulan.

Proses penyusunan awal harus dilevel BPPRD dulu, setelah itu rapat melibatkan seluruh OPD penghasil pajak dan SekKot Ambon, selanjutnya High Level Meeting bersama Wali kota Ambon dan semua tim TP2D yang didalamnya terdiri dari Bank Indonesia, OJK, Kantor Perbendaharaan, OPD Pengelola pajak dan retribusi, Dinas Pariwisata kota Ambon dan Dinas Kominfosandi kota Ambon. (Eda L)