Korban Tenggelam di Desa Waeperang Sudah Ditemukan
Agustus 20, 2025AMBON,fokusmaluku.com- warga masyarakat korban tenggelam di desa Waeperang, Kacamatan Lilialy,Kabupaten Buru kini sudah ditemukan.
Dalam release yang diterima media ini, pada hari Rabu tanggal 20 Agustus 2025 sekitar pukul 09.10 wit, Personil Satpolairud Polres Buru (3 Personil) bersama 1 personil Ditpolairud Polres Buru dan 5 Personil BASARNAS Pos SAR Namlea telah menemukan jenazah warga a.n. La Rinso yang dilaporkan tenggelam di perairan desa Waeperang kecamatan Lilialy pada hari Minggu tanggal 17 Agustus 2025 dengan identitas sbb.
Adapun Identitas orang hilang adalah La Risno, beragama Islam yang adalah seorang petani, masyarakat yang sama.
Kronologis kejadiannya adalah pada hari Minggu tanggal 17 Agustus 2025 Pukul 12.30 WIT saudara La Risno (korban) meminta ijin untuk membuang hajat di WC, setelah keluar dr WC saudara La Risno (korban) telah memegang sebilah parang sambil mengancam akan memotong siapapun yang mendekatinya dan di saat bersamaan saudara La Risno (korban) terus berjalan menuju arah pantai/laut sambil terus mengancam siapapun yang berusaha mendekatinya akan dibunuh dan korbanpun terus berenang menuju ke arah laut lepas dan beberapa saksi atau keluarga terus mengikuti dgn menggunakan perahu.
Sekitar pukul 13.05 WIT di sekitar jarak 150 meter dari tepi pantai, saudara la Risno (korban) tidak terlihat lagi dan di nyatakan hilang saat itu juga. Setelah peristiwa itu, Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak BASARNAS Kantor SAR Namlea.
Kejadian itu menghadirkan saksi yakni
Nama : Tajudin Ipa
Umur : 52 THN
Agama: Islam
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Petani
Alamat : desa Waeperang kec. Liliali kab. Buru.
Kegiatan yang dilakukan
Pukul 07.30 Wit, Personil Satpolairud Bersama Pos SAR Namlea melaksanakan AAP bertempat di kantor SAR Namlea, desa Lala.
Pukul 08.30 Wit
Personil SAR gabungan yang terdiri dari pers Satpolairud Polres Buru (3 Personil), Personil Ditpolairud Polda Maluku (1 personil) dan Personil SAR Namlea (4 Personil) menuju area searching dengan menggunakan 1 unit Rubber Boat milik BASARNAS Pos SAR Namlea di Perairan seputaran Desa Waeperang.
Pukul 09.05 Wit
Warga desa Waeperang yang menyaksikan proses pencarian jenazah di tepi pantai secara bersamaan menunjuk ke arah laut sambil berkata” *itu dia sudah kapa tu”…. “coba lia dolo”.* Kemudian 2 orang pemuda menggunakan perahu semang menuju ke laut untuk melihat apakah benar yang dilihat masyarakat itu jenazah atau bukan. Setelah dipastikan bahwa benar yang dilihat tersebut merupakan jenazah korban La Risno, kedua pemuda tersebut berteriak memanggil Tim SAR gabungan yang berjarak sekitar 70 – 80 meter dengan cara berteriak dan menepuk tangan.
Pukul 09.10 Wit.
Setelah mendengar teriakan dan tepukan tangan, Tim SAR gabungan dengan Rubber Boat menuju ke arah ditemukannya jenazah pada koordinat 3°.08′.19″ S – 126°.57′.12″ E. Kemudian Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah ke tepi pantai setelah itu Tim SAR gabungan bersama masyarakat membawa jenazah ke rumah duka.
Personil yang terlibat antara lain.
1). 3 Pers Satpolairud Polres Buru.
2). 1 Pers Ditpolairud Polda Maluku.
2). 4 Pers Pos SAR Namlea.
Alut Yang Digunakan
1 Unit Rubber Boat (Basarnas Namlea).
Untuk diketahui, Longboat milik masyarakat turut serta membantu melakukan pencarian di perairan sekitar Desa Waeperang seperti desa Lamahang (Waplau), Sawa dan Waemiting serta perairan yang diduga sebagai lokasi terakhir korban sebelum dilaporkan hilang. 1 Unit Rubber Boat Basarnas Menyusuri Pesisir dan Perairan dangkal pada desa – desa tersebut. Korban ditemukan sekitar 50 Meter dari titik lokasi dimana korban pertama kali dilaporkan hilang/tenggelam.Pencarian dinyatakan selesai.Korban telah dimakamkan di lokasi pemakaman desa Waeperang pada pukul 11.20 Wit. (**)


