Uji Kelayakan dan Kepatutan Tahap II Calon Ketua DPC PKB se-Maluku Resmi Digelar
Mei 4, 2026AMBON, fokusmaluku.com – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Maluku resmi menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap II bagi calon Ketua DPC PKB Kabupaten/Kota se-Maluku masa bakti 2026–2031, yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Ambon, Senin (04/05/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan tim penguji dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, di antaranya Ratna Juwita Sari selaku Ketua DPP PKB yang juga Anggota Komisi XII DPR RI, Nur Nadlifah selaku Sekjen DPP Perempuan Bangsa, Hj. Irmawan Anggota Komisi V DPR RI, Ketua DPP PKB Hasbiallah Elias yang juga Anggota Komisi III DPRD DKI Jakarta, Ketua DPP PKB Banten Ahmad Fauzi yang juga Anggota Komisi V DPR RI.
Turut hadir pula Ketua Wilayah DPW PKB Maluku Basri Damis bersama 71 peserta UKK tahap II yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di Maluku.
Dalam sambutannya, Basri Damis menegaskan bahwa proses UKK menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan partai yang kuat dan berintegritas.
“Hari ini kita berkumpul bersama dan PKB telah menentukan tim penguji yang nantinya akan melakukan fit and proper test kepada seluruh calon Ketua DPC yang hadir,” ujar Damis.
Ia menjelaskan, sebelumnya tim penataan struktur DPW telah bekerja maksimal melakukan seleksi terhadap sekitar 102 bakal calon Ketua DPC hingga mengerucut menjadi 90 calon, dan kini sebanyak 71 peserta mengikuti tahapan UKK kedua.
Menurutnya, tingginya antusiasme kader mengikuti proses tersebut menjadi bukti bahwa kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan PKB di Maluku berjalan dengan baik.
“Ini menandakan bahwa kaderisasi dan kepemimpinan di Maluku berjalan luar biasa. Kepemimpinan DPC ke depan tidak hanya siap memenangkan pemilu, tetapi juga siap memimpin eksekutif di daerah masing-masing,” katanya.
Damis menyebutkan, UKK merupakan ikhtiar politik PKB untuk melahirkan pemimpin yang memiliki integritas, kapabilitas serta mampu membaca perubahan dengan cepat sesuai visi besar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
“Pemimpin PKB ke depan harus mampu hadir di tengah masyarakat dan mampu menuntaskan persoalan ekonomi, politik dan sosial lainnya,” tegasnya.
Ia juga memaparkan capaian PKB pada Pemilu 2024 lalu, di mana dari 39 daerah pemilihan (dapil) kabupaten/kota, PKB berhasil meraih 31 kursi di 31 dapil. Namun masih terdapat delapan dapil yang belum terisi dan menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan DPC mendatang.
Selain itu, dari tujuh dapil DPRD Provinsi Maluku, PKB baru meraih empat kursi, sehingga masih ada target tiga kursi tambahan yang harus diperjuangkan, termasuk merebut kursi DPR RI dari Maluku.
“Kita harus terus berlayar menerobos ombak dan lautan. Karena itu semua kader harus siap menghadapi tantangan politik ke depan,” tandasnya.
Sementara itu, perwakilan DPP PKB RI Ratna Juwita mengatakan seluruh peserta UKK merupakan kader terbaik dan militan yang memiliki komitmen membesarkan partai.
“Ini adalah proses yang tidak mudah, baik di tingkat DPW maupun DPC. Tahapan ini menjadi sesuatu yang luar biasa dan membuat PKB berbeda dengan partai lain,” ujarnya.
Menurut Ratna, sistem yang diterapkan PKB bertujuan mengakomodasi, mengonsolidasikan serta mempersatukan seluruh kekuatan partai demi menjaga kebesaran PKB.
Ia menambahkan, seluruh peserta UKK sebelumnya telah menandatangani kontrak kerja sama sebagai bentuk komitmen menjaga soliditas partai.
“Artinya siapapun yang nantinya ditunjuk oleh DPP sebagai Ketua DPC, seluruh peserta tetap wajib mendukung dan bersama-sama membesarkan PKB di kabupaten/kota masing-masing,” pungkasnya. (Eda L)


