Antisipasi Pungli, Pelni Ambon Tingkatkan Sistem Pembelian Tiket Digital

Antisipasi Pungli, Pelni Ambon Tingkatkan Sistem Pembelian Tiket Digital

Mei 8, 2026 0 By admin

AMBON, fokusmaluku.com – Untuk mengantisipasi praktik pungutan liar (pungli) serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Pelni Cabang Ambon terus mendorong sistem digitalisasi dalam proses pembelian tiket kapal penumpang maupun layanan lainnya.

Hal ini disampaikan Kepala PT Pelni Cabang Ambon, Ridwan Mandaliko, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (08/05/2026).

Menurutnya, saat ini Pelni telah menerapkan sistem pembelian tiket secara digital melalui aplikasi resmi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor Pelni ataupun ke loket penjualan tiket lainnya.

“Sekarang masyarakat bisa membeli tiket langsung dari rumah dengan cara mengunduh aplikasi Pelni. Jadi tidak perlu lagi datang ke kantor. Semua sudah lebih mudah dan praktis,” ujarnya.

Ridwan menjelaskan, digitalisasi ini diterapkan untuk seluruh layanan kapal penumpang Pelni atau yang dikenal dengan sebutan “kapal putih”, termasuk kapal perintis. Selain melalui aplikasi resmi Pelni Mobile, pembayaran tiket juga dapat dilakukan melalui berbagai layanan perbankan maupun gerai ritel modern seperti BCA, Alfamart, dan Indomaret.

Ia mengaku, antusiasme masyarakat di Ambon terhadap penggunaan tiket digital cukup tinggi. Bahkan saat proses check-in maupun boarding, banyak penumpang kini hanya menunjukkan tiket elektronik melalui telepon genggam tanpa perlu mencetak tiket fisik.

“Sekarang cukup tunjukkan tiket lewat HP saja sudah bisa naik kapal. Jadi semuanya lebih mandiri dan cepat,” katanya.

Selain tiket penumpang, Pelni juga telah menyediakan layanan digital untuk pengiriman barang melalui aplikasi “My Cargo”. Dengan sistem tersebut, seluruh proses pelayanan dilakukan secara online guna meminimalisir transaksi manual.

Ridwan menegaskan, penerapan sistem digital ini juga menjadi langkah Pelni dalam mencegah terjadinya transaksi ilegal maupun praktik pungli di lapangan.

“Semua sekarang berbasis aplikasi supaya tidak ada lagi transaksi-transaksi yang tidak diinginkan. Di loket juga sudah tidak diperbolehkan lagi transaksi manual, semuanya harus melalui aplikasi,” tegasnya.

Melalui transformasi digital tersebut, Pelni Ambon berharap pelayanan kepada masyarakat semakin transparan, aman, serta memberikan kemudahan bagi calon penumpang kapal di Maluku. (Eda L)