BI Maluku Dukung Pemanfaatan Lahan Peti Kemas Untuk UMKM Berbasis Transaksi Non Tunai
Juni 22, 2026AMBON, fokusmaluku.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam mengoptimalkan aset daerah melalui pemanfaatan lahan eks Pasar Inpres yang akan dijadikan sebagai lokasi peti kemas.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui kerja sama penyediaan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang nantinya akan menerapkan sistem pembayaran non tunai melalui berbagai kanal pembayaran digital yang telah tersedia. Hal ini diungkapkan Deputi kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dicky. R Afriyanto kepada media ini (20/04/2026)
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari penandatanganan pemanfaatan lahan eks Pasar Inpres antara Pemerintah Kota Ambon dan PT Pelindo yang berlangsung di Balai Kota Ambon, Senin (20/4/2026).
Pemanfaatan kawasan tersebut tidak hanya mendukung aktivitas logistik melalui penumpukan peti kemas (kontainer), tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kerakyatan dengan menghadirkan ruang bagi UMKM yang lebih tertata dan modern.
Menurutnya, penerapan transaksi non tunai melalui kanal pembayaran digital seperti QRIS akan memberikan kemudahan, keamanan, serta meningkatkan efisiensi transaksi bagi pelaku usaha maupun masyarakat.
“Bank Indonesia mendukung upaya Pemerintah Kota Ambon dalam mengoptimalkan aset daerah yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi. Kehadiran UMKM yang didukung sistem pembayaran digital akan mendorong inklusi keuangan dan memperkuat ekosistem ekonomi digital di Kota Ambon,” ujarnya.
BI Maluku menilai sinergi antara pemerintah daerah, PT Pelindo dan Bank Indonesia menjadi langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah di tengah tantangan yang dihadapi saat ini.
Selain memperkuat sektor logistik, pemanfaatan lahan eks Pasar Inpres juga diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal melalui pemanfaatan teknologi pembayaran digital.
Dengan dukungan berbagai pihak, kawasan eks Pasar Inpres diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan yang produktif dan modern, sekaligus menjadi contoh kolaborasi dalam mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis digital di Kota Ambon. (Eda L)


