110 Stand Turut Warnai Pameran Maluku Expo 2018

Oktober 26, 2018 0 By admin

AMBON,FM.- Sebanyak 110 stand warnai pameran Maluku Expo Tahun 2018 dalam menyonsong Pesta Paduan Suara Umat Katolik ( Lesparani) I tingkat Nasioal di Provinsi Maluku. Pameran ini akan berlangsung pada tanggal 26- 30 October 2018 mendatang, yang dipusatkan di lapangan Polda Tahapari Tantui Ambon.

” Turut terlibat dalam pameran ini 10 stand yang berasal dari 34 Provinsi di Indonesiq,” Demikian ungkap Ketua Panitia Pelaksana, Elvis Pattiselanno dalam laporannya saat pelaksanaan pameran dimaksud.

pelaksanaan penyelenggaraan Maluku Expo 2018 ini didasarkan pada rekomendasi musyawarah nasional luar biasa lembaga pembinaan dan pengembangan pesparank katolik nasional, yang telah menetapkan kota Ambon di provinsi Maluku sebagai tuan rumah penyelenggaraan pesparani katolik nasional pertama tahun 2018, kedua Surat Keputusan ( SK) Gubernur Maluku nomor 196 tahun 2017 tentang pembentukan panitia penyelenggara pesta paduan suara gerejani katolik nasional pertama tahun 2018.

Pattiselano menjelaskan, Pameran ini bertujuan untuk menjadikan Maluku x
Expo sebagai event pameran nasional yang dilaksanakan secara continue atau terus-menerus, memberdayakan dan meningkatkan produksi dalam negeri khususnya kerajinan dan produk unggulan daerah lainnya, mensosialisasikan pembangunan atau potensi daerah maupun hasanah budaya dan kerabat keagamaan dari seluruh indonesia kepada masyarakat setempat dengan meningkatkan kecintaan masyarakat pada produksi dalam negeri. sekaligus peningkatan daya saing di pasar global.

Selain pameran, juga dihadirkan panggung music hiburan kepada seluruh masyarakat selama penyelenggaraan pameran berlangsung, termasuk atraksi kesenian dari berbagai daerah lainnya seperti: DKI Jakarta, Jambi,Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sumatera Utara ,Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Papua, Jawa Barat, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku dalam sambutannya menyatakan, Pameran Expo kali ini memberikan ruang bagi setiap daerah dalam menampilkan potensi yang dimiliki,bukan sekedar Expo biasa sekaligus ada pertukaran hasil setiap daerah.
“Kalau Maluku terkenal dengan ikan yang hanya mati satu kali, berbeda dengan ikan didaerah lain yang mati berulang kali, mari nikmati ikan yang mati satu kali ini,” ujarnya.

Dikatakan, Expo kali ini menggambarkan bagaimana potensi Maluku, bukan hanya dari laut tetapi ada juga darat seperti cengkeh dan pala yang digemari oleh bangsa-bangsa di eropa.

Diharapkan, semua yang terlibat tidak datang begitu saja, tetapi harus ada kesepakatan kerjasama melalui penandatanganan MoU antara satu provinsi dan provinsi lain, demi membangun bangsa ini kedepan.( FM-09)