Puluhan Akseptor Uji Coba Pelayanan KB Jangka Panjang

Puluhan Akseptor Uji Coba Pelayanan KB Jangka Panjang

Februari 10, 2021 0 By admin

AMBON,FM,- Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana Kota Ambon menggelar uji coba pelayanan KB kepada 20 Akseptor baru yakni pelayanan KB jangka panjang melalui dana bantuan operasional BOKB Tahun 2021, yang digelar di Puskesmas Banteng-kota Ambon, kemarin.

Proses uji coba turut dihadiri oleh Inspektur wilayah I BKKBN RI, Chinggih Widanarta, Sekretaris kota Ambon,Kepala BKKBN Provinsi Maluku dan para aseptor maupun pejabat lingkup Pemkot Ambon.


Sekretaris kota Ambon, AG Latuheru dalam sambutannya menyatakan, program Keluarga berencana merupakan bagian terpadu dalam program pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang baik dari segi kesejahteraan ekonomi sosial dan budaya.

Dijelaskan, menggunakan KB jangka pendek yaitu seperti suntik, kondom dan PIL.Namun menggunakan KB jangka panjang seperti IUD, Implan, MOW,MOP. karena alat kontrasepsi ini dianggap lebih efektif untuk menunda kehamilan hingga jangka waktu 3 tahun lebih.

“Alat kontrasepsi jangka panjang bisa dikatakan lebih aman karena minimum sekali mempunyai efek samping, program ini harus dilakukan agar dapat menurunkan angka kelahiran sehingga pertambahan penduduk tidak melebihi kemampuan artinya kemampuan untuk membiayai anak dan mampu menjamin kehidupannya disesuaikan dengan ekonomi keluarga masing-masing guna meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ucapnya

Latuheru menyatakan, walaupun di masa pandemic covid 19 terlihat jelas pencapaian KB baru Metode Kontrasepsi Jangka Panjang ( MKJP) dan KB aktif MKJP terjadi peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2019 pencapaian KB baru berjumlah 1938 meningkat di tahun 2020 menjadi 2553 akseptor sedangkan untuk pencapaian KB aktif MKJP tahun 2019 berjumlah 4826 dan di tahun 2020 meningkat menjadi 4965 akseptor.
“Untuk uji coba pelayanan KB MKJP dari target 100 akseptor program KB MKJP khususnya DAK BOKB, pada bulan Februari 2021 ini dilakukan kepada 20 Akseptor KB, pelayanan ini meliputi pelayanan implant dan IUD yang sisanya nanti akan dilayani di fasilitas kesehatan maupun melalui pelayanan KB bergerak pda empat kecamatan di kota Ambon,” tuturnya.

Diharapkan, Kota Ambon dapat menjadi contoh yang baik dalam uji coba pelayanan KB MKJP sehingga masalah pelayanan KB di Kota Ambon tidak mengalami masalah atau kendala yang dapat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan keluarga dan juga dapat menekan angka kelahiran maupun laju pertumbuhan penduduk di Kota Ambon. (FM-07)