Prospek Kinerja Ekonomi Maluku Triwulan I Diprediksi Terus Membaik
April 28, 2021AMBON,FM,- Kinerja perekonomian Maluku pada triwulan I 2021 diperkirakan terus membaik. Kinerja pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan I 2021 dari sisi Permintaan diperkirakan ditopang oleh perbaikan kinerja konsumsi Rumah Tangga (RT), konsumsi Pemerintah dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB). hal ini diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah ( KPw) Bank Indonesia Provinsi Maluku, Noviarsano Manulang dalam laporan Kajian Ekonomi Regional Provinsi Maluku triwulan I.
Menurutnya secara akumulatif, pertumbuhan ekonomi Maluku untuk keseluruhan tahun 2021 diperkirakan meningkat dibandingkan tahun 2020. Meningkatnya kinerja ekonomi Maluku secara keseluruhan tahun 2021 diprakirakan didorong oleh perbaikan konsumsi RT, konsumsi pemerintah dan PMTDB (investasi).
Prakiraan ketersediaan vaksin COVID-19 pada tahun 2021 menjadi faktor positif yang kembali mendorong kegiatan konsumsi domestik pada tahun 2021.
Selain itu, kinerja ekspor luar negeri Maluku juga diprakirakan tetap tinggi, yang utamanya didominasi oleh komoditas udang, ikan segar dan mutiara. Namun demikian, perbaikan konsumsi RT diprakirakan memicu kenaikan impor luar negeri oleh Maluku, terutama untuk impor bahan bakar minyak.
Inflasi Provinsi Maluku untuk triwulan I 2021 diperkirakan tetap rendah dan stabil. Inflasi Maluku pada triwulan I 2021 diperkirakan tetap rendah dan terkendali serta cenderung di bawah sasaran inflasi.
Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya inflasi Maluku pada triwulan I 2021 adalah, faktor efek dasar (base effect) terhadap tahun 2020 yang mengalami inflasi cukup tinggi.
Dia menyebutkan, tingkat inflasi Maluku pada tahun 2021 diperkirakan lebih tinggi dari tahun 2020, namun tetap berada pada sasaran inflasi Maluku sebesar 3%±1% (yoy). Inflasi Maluku secara keseluruhan tahun 2021 diprakirakan akan didominasi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok angkutan udara dan kelompok perawatan pribadi.
Perbaikan daya beli masyarakat dibandingkan tahun 2020 akan mendorong konsumsi terhadap makanan dan minuman.
Selain itu, penerapan new normal dan pelonggaran pembatasan sosial di Maluku diprakirakan akan memicu pelaksanaan beberapa kegiatan publik yang rutin dilakukan sebelum pandemi. (FM-09)


