Wali kota Ambon Lantik Saniri Negeri Latuhalat
April 30, 2021AMBON,FM,- Wali kota Ambon melantik saniri negeri Latuhalat masa Bhakti 2021-2027 dan pengganti antar waktu anggota saniri negeri Laha sisa masa bakti 2017-2023 di Ruang Unit Layanan Administrasi ( ULQ) Balai kota Ambon, Jumat (30/04/2021)
Pelantikan ini sesuai Surat Keputusan (SK) Wali kota Ambon Nomor 405 tahun 2021 peresmian anggota saniri Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe tertanggal 27 April 2021 dan SK Nomor 404 tahun 2021 peresmian PAW Anggota saniri negeri Laha kecamatan Teluk Ambon, tertanggal yang sama.
Wali kota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan,AMBON, FM,- Saniri memiliki kedudukan sederajat dengan raja karena baik raja maupun saniri diangkat dan bertangungjawab kepada wali kota melalui camat.
kesetaraan inilah yang mesti terus dijaga.
Saat ini kita memiliki tantangan bersama yakni digitalisasi dan teknologi artinya kebersamaan harus terus dibangun baik saniri, raja, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk menjawab tantangan yang dihadapi.
“Kalau kita tetap berbeda pendapat satu dengan yang lain hanya karena kepentingan subjekfitas masing-masing kepentingan keluarga dan kelompok dengan sendirinya subtansi utama untuk mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kapasitas SDM bagi anak-anak kita pasti akan terabaikan, oleh karena itu, harus terus bekerjasama, tinggalkan seluruh kepentingan subjektifitas, kita lihat desa ini sebagai potensi masa depan untuk generasi kedepan, ” ucap Louhenapessy
Tambahnya, sangat disyukuri jika Presiden RI, Joko Widodo melalui kebijakannya mengucurkan ADD dan DD yang signifikan, dana ini diharapkan dapat menjadi stimulan dalam mendorong dan menggerakan tiap desa untuk mempercepat kesejahteraan dari masyarakatnya.
Khusus untuk Negeri Latuhalat, Louhenapessy meminta agar saniri dapat menjalankan tugas utamanya yaitu menyelesaikan segera raja Defenitif dengan tetap mengutamakan mereka dari mata rumah parenta, sanirilah yang mesti memediasi untuk mempercepat penyelesaian, prinsipnya Pemkot tidak akan mengintervensi itu.
Lanjutnya, Negeri Latuhalat saat ini telah memiliki trend pangan lokal yaitu Sukun dan telah menjadi branding yang diakui oleh seluruh pejabat di Indonesia, jika dapat dikelola secara baik akan berdampak ekonomis yang luar biasa.
Sementara itu negeri Laha,wali kota meminta agar terus ada pembenahan di negeri sehingga ada kesan yang baik bagi para tamu saat menginjakan kaki di kota Ambon.(FM-08)


