Angkasa Pura I Launching New Face, Ambon Airport Taxi

Angkasa Pura I Launching New Face, Ambon Airport Taxi

November 7, 2023 0 By admin

AMBON,FM,- PT.Angkasa Pura I menggelar Soft Launching New Face, Ambon Airport Taxi yang diresmikan secara langsung oleh Penjabat Wali kota Ambon, Bodewin Wattimena. Kegiatan ini mengusung tema
” Beta,Ale Katong samua, Mari biking Ambon Lebe Bae” yang digelar pada area gate 1 dan 2 Bandara Pattimura- Laha, Kecamatan Teluk Ambon-kota Ambon, Selasa (08/11/2023)

Launching ini dihadiri juga oleh, Komandan Lanud Pattimura Ambon, PJ Wali kota Ambon, Bodewin Wattimena, Kepala Dinas Perhubungan kota Ambon, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Kepala Dinas pariwisata kita Ambon, Staf Khusus Gubernur Maluku, Manajemen PT.Grab Indonesia, Kapolsek Bandara, Pimpinan senior PT Angkasa Pura, dan puluhan Sopir Taxi Bandara.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Pattimura- Ambon, Shively Sanssouci dalam sambutan singkatnya menjelaskan, bandar udara adalah pintu masuk utama para wisatawan ke Maluku dan Kota Ambon oleh sebab itu bandara merupakan kunci dari satu daerah baik maupun buruknya satu daerah akan nampak jelas dari Bandaranya.

Sebagai Pengelola bandar udara, akui Sanssouci, pihaknya berkomitmen penuh untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh penumpang, yang nantinya dipersembahkan untuk provinsi Maluku dan kota Ambon.

Namun sayangnya, ada banyak kesan dari para tamu yang tiba di bandara ini, yang menjadi sorotan adalah pelayanan Taxi yang seakan membuat para tamu justru tidak nyaman dengan sikap pada sopir Taxi,” ucapnya

Salah satu komitmen adalah, perlu membentuk satu pelayanan untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi setiap orang yang datang. Dengan demikian pihaknya bekerjasama dengan Grab untuk mengakomodir sekurangnya 10 Taxi Online.
Tak hanya itu, ada juga 120 Taxi Konvensional yang siap beroperasi, yang mana para sopirnya adalah putra dari daerah sendiri yang bermukim di daerah sekitar bandara.

Untuk diketahui, para sopir Taxi Bandara ini dilengkapi dengan atribut resmi sepertu, Id Card, Seragam, dan juga Asuransi. yang meskipun masih sangat jauh dari kata sempurna namun pihaknya tetap berupaya untuk terus berdialog dengan para sopir agar ada kesadaran.

“Ini bukan paksaan melainkan kewajiban agar dapat menerima tamu dengan baik.
Saat ini tarifnya sudah standar sesuai dengan jarak dan tujuan tempo yang digunakan oleh penumpang,” tutup Sanssouci.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, M. Malawat menyebutkan, pelayanan yang diberikan oleh para sopir setidaknya dapat memberikan jaminan kepada penumpang, andaikata bila terjadi hal-hal di luar dugaan kita dapat ditelusuri.

Dirinya mencontohkan, dalam melayani penumpang, kedapatan ada penumpang yang ketinggalan dompet, nah ketika ditelusuri ternyata tertinggal di dalam Taxi yang ketika dikomunikasikan dapat dikembalikan kepada costumer/penumpang. Dengan demikian tingkat kepercayaan pengguna layanan Taxi Bandara akan semakin tinggi kepada para sopir.

Dengan adanya sopir Taxi Bandara tentu akan memberikan jaminan bahwa sopir akan berlaku sopan kepada setiap pelanggan yang akan menggunakan fasilitas mobil yang digunakan.

Tambahnya, hal penting juga adalah tentang “Safety” yang nantinya akan dilakukan pemeriksaan secara rutin seperti kapan terakhir melakukan servis, ganti oli, bahkan sampai pengecekan kotak obat dan P3K yang sewaktu-waktu harus ada pertolongan pertama kepada korban yang notabenenya adalah pelanggan Taxi dimaksud.

Senada dengan itu, Penjabat Wali kota Ambon, Bodewin Wattimena dalam juga menyebutkan, betapa pentingnya sebuah bandar udara dan pelabuhan bagi transportasi.

Bandara udara menjadi pintu masuk yang menghubungkan manusia dari suatu tempat ke tempat lain. Dengan melihat kondisi maluku yang merupakan kepulauan bandar udara memiliki peran penting bagi manusia dan barang.

” Kalau bandara menjadi pintu masuk kesan pertama orang adalah ketika berada di bandara Pattimura,kita ingin jadikan pintu masuk menjadi lebih baik dari sebelumnya,” akui Wattimena dalam dialeg Ambon.

Dalam konteks ini, Pemerintah kota Ambon tidak dapat bekerja sendiri karena ada batas-batas kewenangan. Oleh karena itu, dengan kerja secara bersama-sama dengan stake holder terkait perubahan akan sangat terlihat.

“Apa yang dilakukan hari ini adalah buah dari kerja kolaborasi, dengan harapan apa yang menjadi upaya pemerintah dalam bidang pariwisata dapat didukung oleh semua elemen dan apapun yang diberikan walaupun kecil pasti membawa arti bagi daerah ini yakni sebuah “perubahan” (Eda L)