Wajib Tahu, Campak dan Rubella Tidak Membunuh atau Melumpuhkan
September 26, 2018AMBON,FM.- Wajib untuk diketahui oleh seluruh masyarakat, terutama diseantero Provinsi Maluku hingga Kabupaten Kota bahwa Imunisasi Campak dan Rubella bukanlah imunisasi yang membahayakan anak- anak, tidak juga sebagai penyebab kelumpuhan ataupun kematian usai anak diimunisasi oleh petugas kesehatan. Ungkap Kepala Bidang P2p pada Dinas Kesehatan kota Ambon, Dr.Sioly Soempiet kepada wartawan dalam konfrensi pers, yang digelar di Media Center-Balai kota Ambon, Rabu (26/09/2018)
Soempiet menjelaskan, saat ini Hoax atau kabar bohong yang dimainkan oleh orang tak bertanggungjawab baik melalui media sosial dan media lainnya justru membuat sebagian besar masyarakat. bahkan tak heran sebagian besar orang tua menolak anaknya diimunisasi. Ternyata, fakta menunjukan tidak ada yang salah dengan vaksin Campak-MR, justru ketika anak diimunisasi Rubella dan tujuh hari kemudian anak mengalami sakit, lantaran memang dalam tubuh anak tersebut terdapat penyakit berbahaya lainnya atau terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi ( KIPI). setiap keluhan tersebut akan ditangani secara cepat dan profesional oleh tenaga kesehatan. Puskesmas juga mempunyai jejaring langsung dengan para dokter spesialis anak yang tergabung Pokja KIPI Kota Ambon.
Dijelaskan, Imunisasi Campak dan Rubella berguna untuk memperkokoh tingkat kekebalan kelompok terhadap virus yang nantinya dapat menyerang kapan saja.
“Target kita memang 95 Persen harus dicapai, dan sampai saat ini kota Ambon hanya baru mencapai 57, 8 persen, jika tidak dapat mencapai hingga batas yang ditentukan yakni tanggal 31 October 2018 tentu akan sangat fatal, bagaikan bom waktu yang siap meledak manakala virus itu datang, karena akan terjadi Kasus Luar Biasa ( KLB) pada lokasi virus itu datang. dikarenakan kekebalan kelompok pada lokasi tersebut tidak maksimal, dan akan mengakibatkan ada anak yang terlahir dengan Sindroma Rubella Kongenital atau keanehan, hingga cacat,” ucap Soempiet.
Walau demikian pihaknya terus melakukan upaya melalui sosialisasi kepada masyarakat terutama kepada orang tua, agar dapat mengerti dan memahami secara baik, dan mengijinkan anaknya diinunisasi.
” Awalnya kita telah melakukan sosialisasi bersama 66 kepala sekolah, Dinas terkait, DPRD, MUI, dan tokoh agama. selanjutnya dalam waktu dekat ini juga akan dilakukan kegiatan inovatif berupa diskusi interaktif tentang imunisasi dalan pandangan Islam pada sejumlah tempat umum yang strategis, dengan tetap menjaga kualitas sesuai standar pelayanan yang berlaku.
“Mengejar 42 persen bukanlah hal yang tidak mungkin tetapi memerlukan upaya seluruh kekuatan pembangunan. kami terus berkoordinasi dari level bawah RT, Kelurahan,Kecamatan,Kader Posyandu,Bapak/Ibu guru,Rekan LSM, pers,PKK. demi melindungi anak-anak Ambon dan target 95 persen dapat dicapai, prinsipnya mata rantai penyakit campak dan Rubella harus diputuskan,” tuturnya.
Untuk Diketahui, masih 17.500-an anak di kota Ambon yang belum diimunisasi. ( FM-09)
