Walikota : Jika Grafik Turun, PSBB Lanjutan Akan Dipertimbangkan

Walikota : Jika Grafik Turun, PSBB Lanjutan Akan Dipertimbangkan

Juli 3, 2020 0 By admin

AMBON,FM,- Tanggal 5 Juli 2020, akan menjadi akhir pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) di kota Ambon, dan jika grafik covid-19 di Ambon bisa ditekan hingga masuk zona orange, maka pengusulan perpanjangan PSBB itu bisa menjadi pertimbangan Pemprov untuk ditinjau kembali.Demikian ungkap wali kota Ambon, Richard Louhenapessy di aula korem 151 Binaiya-Ambon, Jumat (03/07/2020)

Menurutnya, setelah mengevaluasi progres pelaksanaan PSBB di Kota Ambon, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berencana melakukan perpanjangan masa PSBB.

Kata Walikota, terhadap pemberlakuan PSBB itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku, TNI/Polri, BNPB dan juga pihak akademisi dapat disimpulan bahwa meski hasil akhir laporan kajian bahwa Ambon sudah mendekati zona orange, namun karena secara nasional masih masuk dalam zona merah dari 53 kabupaten/kota di Indonesia, sehingga akan disesuaikan dengan mengusulkan untuk PSBB di lanjutkan.

“Memang kita sudah sangat mendekati zona orange, tapi secara nasional, Ambon salah satu dari 53 kabupaten/kota di Indonesia yang termasuk zona merah. Untuk itu, setelah tanggal 5 Juli ini, kita akan menyurati Pemprov untuk memperpanjang PSBB,” Akuinya.

Ia menjelaskan, masa pelaksanaan PSBB itu idealnya selama 2 x 14 hari, Namun untuk sementara, dalam kalkulasi Pemkot, maka akan memperpanjang lagi PSBB sesuai dengan rekomendasi dari konsultan medis untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi.

“Harapan besar bagi kita, kondisi ini semakin hari semakin baik kalau kita mau mempercepat kondisi ini untuk segera baik, maka mari sama-sama mendorong, bukan hanya pemerintah, tapi juga dari swasta, media, akademisi maupun masyarakat,” bebernya.

Menurutnya, apa yang diusulkan oleh DPRD terkait dengan tidak dilanjutkannya PSBB, juga menjadi perhatian Pemkot. Namun, pihaknya melihat ini tidak hanya berdasarkan pengamatan, tetapi juga berdasarkan kajian akademisi. Dalam kajian akademisi, diperkirakan situasi ini semakin membaik.

Oleh karena itu, diharapkan dengan waktu pembatasan masyarakat ini, bisa betul-betul kembali lebih baik lagi. “Semua orang boleh berbicara, tapi kita pakai kajian akademisi, semoga kondisi inibcepat membaik,” tandasnya.

Proses pengawasan, tambahnya, akan dilakukan seperti yang saat ini dilakukan. Karena sesuai keterangan yang disampaikan dari pihak TNI/Polri, seperti di Pasar Mardika itu semakin hari semakin membaik tetapi harus tetap dijaga dengan ketat agar tidak menimbulkan adanya klaster baru. Karena, jika ada klaster baru, maka akan kembali memprihatinkan.

“Pengamanan akan tetap dilakukan pada sejumlah item yang ada dalam pengawasan PSBB,” tutup orang nomor satu di kota Ambon ini. (FM-08)