Orno: Kemenangan Adalah Sebuah Tantangan
Juni 28, 2018AMBON,FM.-Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku nomor urut 2 (Baileo) Murad Ismail dan Barnabas Orno, yang terpilih dalam kompetisi pesta demokrasi di Maluku tanggal 27 Juni kemarin, menempatkan mereka sebagai pemenang Pilgub Maluku periode 2018-2023 mendatang. berdasarkan data rilis sementara dari lembaga survei.
Kemenangan yang diraih oleh Baileo merupakan sebuah tantangan terbesar kedepan.
“Kemenangan yabg diraih, bukanlah suatu kesenangan, tapi justru tantangan terbesar, tantangan untuk bagaimana membangun Maluku kedepan agar lebih baik lagi, dan seluruh stake holder akan diajak untuk bersama membangun daerah ini tanpa membeda-bedakan kalah dimana menang dimana, jika disitu menjadi prioritas pembangunan kenapa tidak, ya semoga kami bisa,” ucap wakil Gubernur Maluku terpilih, Barnabas Orno kepada Wartawan di kediamannya, Kamis malam.
Orno menjelaskan, Seluruh masyarakat Maluku sama dalam pandangan mereka, tidak ada perbedaan, dan komitmen membangun Maluku dengan searif dan sebijaknya.
Akuinya, masyarakat Maluku miskin bukan karena keurangnya potensi SDM tetapi soal akses pada berbagai bidang terutama pada segi fasilitas dan infrastruktur.
Pihaknya akan menggunakan data angka kemiskinan terbanyak pada daerah mana akan kita selesaikan.
“Jika satu daerah di Maluku saja tertinggal, sudah tentu berpengaruh terhadap Maluku secara general.pihaknya akan mendatangi seluruh daerah yang telah didatangi sebelumnya per wilayah kecamatan dan bertanya secara langsung kepada masyarakat, apa yang diinginkan.
“Andaikan saya dan pak Murad adalah koki dan masyarakat adalah tamu tentu setiap orang memiliki seleranya masing-masing, artinya, kebutuhan pembangunan di setiap wilayah berbeda-beda, karena kebutuhannya juga berbeda. Ada yang butuh air, ada yang pagar, tidak mungkin masyarajat butuh air kita berikan pagar,” jelas orno yang juga adalah Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya.
Orno mengakui, akan menggunakan tradisinya saat memimpin kabupaten MBD, dengan turun langsung ke desa-desa, melihat langsung kondisi masyarakat, apa saja kebutuhan masyarakat. sehingga pada saat menyusun program tidak lalu ikut apa yang dirancang oleh SKPD, karena bisa saja SKPD tidak tau kebutuhan masyarakat disana, akhirnya program tidak bernuansa pembangunan tetapu bernuansa proyek.
“SPJ salah sedikit tak mengapa, asalkan jangan di lapangan, yang terpenting penuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Orno.
Akhirnya dirinya meminta dukungan doa dari seluruh warga masyarakat di Maluku, dalam mendukung tahapan dan proses Pilkada selanjutnya hingga pada penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku nanti. agar dapat melihat Maluku dalam satu kesatuan cara pandang tanpa membedakan.
“Pemerintahan kita bukan pemerintahan lalamun yang ikut arus ke kiri dan kekanan, akan tetapi kita mau menjadi maradona yang menciptakan gol bunuh diri,” Demikian Orno. (EL)
