BASARNAS Hentikan Pencarian Penumpang Terjun KM Tidar
Juli 7, 2018AMBON, FM, – Badan SAR (Basarnas) Ambon memutuskan untuk tidak lagi melakukan pencarian terhadap penumpang KM Tidar yang terjun dari atas kapal KM Tidar pekan kemarin
Kepala Basarnas Ambon, Hendra Oktri, mengatakan sampai dengan saat ini pihaknya telah berusaha dalam melakukan pencarian namun tetap saja tidak dapat ditemuakan, sehingga langkah yang diambil adalah menghentikan proses pencarian.
“Kami sudah sepakat dengan pihak keluarga korban, karena sudah 7 hari pencarian penumpang tersebut namun karena tidak ada tanda-tanda untuk ditemukannya penumpang tersebut, sehingga operasi pencarian korban/penumpang ini dihentikan,” ujar Oktri, kepada Spektrum, lewat via ponselnya, Jumat (6/7) malam.
Operasi pencarian penumpang yang terjuan dari atas KM Tidar beberapa waktu lalu itu, kata Oktri, tidak lagi dilakukan, setelah waktu yang digunakan dalam operasi tersbeut mencapai tuju hari atau satu pekan
“Karena sudah 7 hari kita mencari penumpang tersebut. Bahkan sesuai dengan SOP kita 7 hari pencarian. Sayangnya tidak ada tanda-tanda sehingga operasi dihentikan,” akuinya.
Disinggung, terkait langkah tahapan ada koordinasi antara SAR dengan pihak keluarga korban, Oktri menyampaikan , sudah dilakukan koordinasi, dan pihak keluarga tetap merelakan, dan disitu terjadilah kesepakatan untuk proses pencarian di sudahi.
” Penghentian pencarian terjadi karena ada kerelaan dari pihak keluarga korban yang menumpangi kapal KM Tidar tersebut, dan sudah ada kesepakatan dengan kami untuk tidak lagi mencarinya. Bahkan mereka (keluarga-Red) korban meminta terima kasih kepada kita SAR Ambon karena sudah berusahan,” jelasnya pula.
Telah diberitakan awal, Yance Latuny penumpang KM Tidar nekad melayangkan dirinya ke lautan yang bergelora pada Kamis 28 Juni 2018 kemarin. Bahkan sesuai dengan berita acara yang dikeluarkan PT Pelni Cabang Ambon,menerangkan bawah, penumpang KM Tidar yang terjun atas nama, Yance Latuny, Kejadian ini terjadi sekitar pukul 12.28 WIT. Dimana saat itu juga pejabat KM Tidar mendapat laporan dari Satpam jaga, bahwa ada salah satu penumpang yang lompat kelaut dari arah belakang kapal.
Setelah mendapat laporan, Mualim jaga dan Markonis langsung menekan MOB pada GPS, seraya melanjutkan laporan ke Nahkoda kapal.
Satu menit setelah mendapat laporan Nahkoda kapal langsung melakukan pencarian, dengan membalik haluan kapal menuju titik MOB pada GPS kapal, selanjutnya regu penyelamat dengan menggunakan dua skoci melakukan pencarian korban.
Bahkan kapal tersebut juga telah melakukan pencarian dengan memutar sebanyak empat kali, pada lokasi MOB dimana korban saat itu melompat kelaut, namun korban juga tidak ditemukan.Sementara kondisi pada saat itu, cuaca laut berombak,disertai hujan dan angin yang cukup kuat. (FM-04)
