Junaidi: Komisi Harus Panggil Distributor Alat Rapid Tes
Juli 14, 2020AMBON,FM,- Fasilitas kesehatan rujukan yang ditunjuk dan disepakati oleh Pemerintah kota Ambon melalui Dinas Kesehatan tidak tunduk pada surat edaran kementerian kesehatan terkait biaya Rapid tes/ orang yakni Rp.150.000,- mereka justru menetapkan harga bervariasi. Hal ini membuat polemik di masyarakat.lantaran menganggap biaya Rapid yang ditentukan sangatlah mahal bahkan ada masyarakat yang tidak mampu membayar biaya Rapid karena faktor ekonomi.
Saat pertemuan bersama yang dilakukan komisi I DPRD Kota Ambon bersama fasilitas kesehatan ( Faskes) rujukan yakni, Rumah Sakit Sumber Hidup, Rumah Sakit Bhakti Rahayu, Rumah Sakit Oto Kyuik, Rumah Sakit Al-Fatah dan Klinik Kesehatan Prodia di ruang rapat paripurna Balai rakyat-Belso Ambon (13/07/2020) ternyata baru diketahui Faskes menolak mengikuti edaran Kemenkes lantaran biaya yang ditetapkan sangatlah tidak wajar, faskes bahkan akan merugi jika tetap mengikuti perintah dari pusat.
Selain karena harga yang tidak wajar, faskes beranggapan biaya cost yang sangat besar u tim membiayai setiap petugas medis.Demikian diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Hadiyanto Junaidi usai mengikuti pertemuan dimaksud.
Atas dasar itu, dirinya beranggapan Komisi I harusnya menjadwalkan untuk memanggil distributor lokal alat Rapid tes untuk menanyakan secara langsung alasan menjual alat rapid dengan harga yang sangat tinggi, akibatnya faskes juga menetapkan harga besar kepada setiap masyarakat.
“Mestinya kita panggil distributor lokal itu yang menjual Lat Rapid dengan biaya tinggi, agar kita dapat mengetahui apa alasannya bahkan jika mungkin distributornya harus turunkan harga alat rapid agar faskes juga tidak menaikan harga kepada masyarakat,” Akui politisi asal partai Hanura.
Selain itu, Komisi juga sementara mengusulkan kepada pemerintah berupa subsidi silang khusus menyangkut rapid tes bagi pelaku perjalanan yang adalah keluarga kurang mampu.
“Kita masih usulkan kepada Dinas kesehatan kota Ambon untuk selanjutnya disampaikan kepada Walikota Ambon dan tim gugus tugas percepatan dan penanganan covid 19 agar ada solusi nyata, soal responnya seperti apa kita masih menunggu jawaban dari Dinkes kota Ambon,” singkat Junaidi.(FM-06)


