Perangkat Desa Diajak Diskusi Pengembangan Perpustakaan Desa/Negeri

Perangkat Desa Diajak Diskusi Pengembangan Perpustakaan Desa/Negeri

November 22, 2021 0 By admin

AMBON, FM, – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Ambon menggelar diskusi Panel pengembangan literasi berbasis inklusi sosial bagi perangkat desa/negeri di kota Ambon dengan melibatkan Raja, Kades dan BPD yang berlangsung pada salah satu hotel di kota Ambon, Senin (22/11/2021)

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni, Kepala Bappeda Litbang kota Ambon, Emrico Matitaputty dengan materi peran perpustakaan dalam pembangunan dan Kepala Dinas P3AMD kota Ambon, Megi Lekatompessy tentang prioritas penggunaan DD dalam pengembangan perpustakaan sebagai upaya mewujudkan program desa peduli pendidikan.

Dalam sambutan Sekretaris kota Ambon, yang dibacakan oleh Asisten III SetKot Ambon, Rina Purmiasa menjelaskan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024 disebutkan bahwa salah satu Prioritas Nasional (PN) adalah Revolusi Mental dan Pengembangan Kebudayaan.

Salah satu sasaran/indikator dari Prioritas Nasional Revolusi Mental dan Kebudayaan adalah meningkatnya budaya literasi untuk mewujudkan masyarakat berpengetahuan, inovatif dan kreatif.

Literasi bukan sekedar kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Tapi literasi adalah kemampuan membaca, menulis dan berhitung, serta kemampuan membaca, menulis dan berhitung itu dapat dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam RPJMN 2020 – 2024 disebutkan pula bahwa dalam meningkatkan budaya literasi perpustakaan perlu sinergi lintas kementerian/lembaga yaitu; Bappenas, Kemendes PDTT, Perpusnas, Kemendagri, Kemendikbud, Kemenag, dan Kemensos,
Sebagai bentuk implementasi dari RPJMN 2020 – 2024 maka Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan salah satu kegiatan bersakala nasional yaitu; Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklsusi Sosial.

Melalui program ini, sudah ada 25 (dua puluh lima) desa/kelurahan di Kota Ambon yang dibantu melalui kegiatan peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan melalui Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknlogi Informasi dan Komunikasi maupun bantuan buku dan komputer untuk pengembangan perpustakaan desa.

Melalui berbagai bantuan tersebut diharapkan bahwa perpustakan desa bisa bertransfromasi menjadi ruang terbuka, pusat belajar dan beraktifitas masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perpustakaan.

Berdasarkan hasil evaluasi ditemukan fakta bahwa beberapa perpustakaan desa sukses dan berhasil melalui program ini, seperti misalnya perpustakaan Hatukau Negeri Batu Merah dan Perpustakaan Kasih Ibu Desa Hunuth. Tetapi masih banyak yang tidak berhasil karena lemahnya keberpihakan kebijakan dan penganggaran.

Oleh karena itu, bagi saya diskusi panel hari ini mempunyai makna strategis untuk pengembangan perpustakaan desa sebagai fokus pengembangan literasi berbasis inklusi sosial di desa.

Diharapkan, melalui kegiatan ini Bapak/Ibu Kepala Desa/Raja dan Ketua BPD terbuka wawasannya serta bisa menjadikan program pengembangan perpustakaan desa sebagai salah satu program prioritas di desa. Betul, bahwa kita butuh pembangunan fisik, tapi membangun manusia jangan sampai terabaikan.

Jangan anggap enteng peran perpustakaan. Perpustakaan itu ibarat ‘jantungnya masyarakat’. Perhatikan negara-negara maju. Sebuat saja misalnya, Amerika, Ingrris, Jerman, Perancis, Rusia, China, Singapura dan lalin-lain. Perpustakaannya luar biasa.

Bukan setelah maju, baru mereka dirikan perpustakaan hebat, tapi justru keberdaan perpustakaan merekalah yang membuat negera mereka maju. Sebegitu pentingnya peran perpustakaan, sehingga Alberth Einstein pernah mengatakan bahwa satu-satunya tempat yang harus anda ketahui adalah dimana letak perpustakaan.

Sementara itu, Kepala Dinas perpustakaan dan Kearsipan kota Ambon, Petrus Pattiasina mengatakan, sejak tahun 2017 perpustakaan melalui Coca Cola Foundation melakui program PerpusSeru telah memberikan bantuan kepada perpustakaan di kota Ambon berupa 3 unit komputet, 1 unit Server, serta pelatihan strategi pengembangan perpustakaan dan teknologi informasi dan komunikasi kepada 5 perpustakaan Desa/negeri antara lain, Desa Amahusu, Baru Merah, Poka, desa Hunuth dan Passo.
Disebutkan, tahun 2018 juga dalam program yang sama telah diserahkan 2 unit komputer guna pengembangan perpustakaan kepada 19 desa/kelurahan di kota Ambon.
Tahun 2019, melalui kerjasama dengan Arsip Nasional juga diberikan bantuan kepada 3 perpustakaan negeri di kota Ambon.

Dari kegiatan ini diharapkan, setiap desa/negeri di kota Ambon dapat mengembangkan perpustakaan untuk berkontribusi bagi pengembangan masyarakat. (FM-09)