Dugaan Praktek Kotor Merajalela, Gorontalo Banyak Terima Fulus dari OPD

November 17, 2024 0 By admin

AMBON, fokusmaluku com- Hadjar Gorontalo, Kepala Bidang Perbendaharaan pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD) Kota Ambon banyak menerima fulus atau imbalan dari sejumlah OPD jika ingin berkas keuangan cepat diproses dan cepat cair. Bukan baru sekarang ini saat media ini memberitakan kepada publik, tetapi praktek kotor ini sudah menjadi kebiasaannya bahkan dari pimpinan-pimpinan sebelumnya juga.
Sumber terpercaya media ini, Sabtu (16/11/2024) yang namanya tidak dapat diberitakan menyebutkan, terkadang jika ingin berproses cepat dan mendapatkan paraf sang Kabid, mereka harus menyertakan berkas pengusulan sekaligus dengan amplop sebagai tanda pelicin dan itu bukan 100 atau 200 ribu tetapi lebih dari itu. Artinya bukan uang kecil yang dia terima.

Pantas saja Gorontalo saat ini begitu berlagak dan sok melebihi pegawai dan staf lainnya di ruangan kerja,tampak saja dari nada bicara yang sudah berubah dan gaya jalannya menunjukan dirinya bagaikan pimpinan tertinggi pada instansi tersebut.

Padahal basic ilmunya saja bisa dibilang tidak mumpuni lantaran berasal dari sarjana pertanian,(SP) buat apa ditempatkan pada bagian keuangan, mungkin dirinya ingin menanam atau membangun pohon uang untuk memperkaya diri.

Orang seperti ini jangan dibiarkan bertahan lama pada bagian keuangan nanti akan semakin hancur dan merusak sistem karena mental yang bobrok.

Kedepannya pada pemerintahan pimpinan kota Ambon yang baru, entah siapa yang akan menjadi nahkoda bagi kota ini diharapkan tidak lagi memakai orang- orang yang seperti demikian karena akan menciderai Marwah pemerintah di mata masyarakat.

“Urusan di dalam tubuh Pemkot saja, harus sodorkan amplop atau fulus sebagai pelicin biar segala urusan juga secepat kilat dan segera dicairkan, bagaimana dengan masyarakat luar yang hendak meminta bantuan dari pemerintah kota Ambon melalui Proposal pasti juga akan berbelit-belit dan banyak alasan tidak ada uang padahal ada pemain kelas kakap yang senantiasa melakukan aktingnya tanpa rasa salah dan dosa.

Sejumlah OPD juga mengaku, sikap yang lebih parah dari seorang Gorontalo adalah berani membatalkan keputusan yang sudah disetujui atau dinyatakan oke oleh Pimpinan.

“Yang lebih hancur juga adalah dia (Gorontalo-red) berani membatalkan keputusan dalam hal keuangan yang sudah disetujui oleh Kaban, sebenarnya siapa yang pimpinan dan siapa yang bawahan ?
(Eda L)