Gorontalo Tak Berani Berkutik, Saat Media Memberitakan Kebenaran

November 18, 2024 0 By admin

AMBON, fokusmaluku.com- Lagi- lagi Gorontalo, Kepala Bidang Perbendaharaan pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah kota Ambon tak berani berkutik sedikitpun saat media ini memberitakan kebenaran tentang praktek kotor yang dibuatnya dalam cara kerjanya selama ini.

Pantauan media ini, Senin (18/11/2024) di pemerintah kota Ambon Gorontalo terlihat tegang dan hanya duduk membisu dibalik meja kerjanya, dirinya tidak berani keluar dari ruang kerjanya.entah karena stres dengan pemberitaan media atau justru malu pada teman- teman sekantornya yang semuanya sudah tau dengan karakter asli sang Kabid.

Gorontalo juga tampak bingung dengan cara apa dirinya harus membela dirinya dihadapan publik bahkan kabarnya saat komunikasi yang dibangun bersama pimpinan aslinya,Jopie Selanno juga menemui jalan buntu, karena sang Kaban justru tidak ingin membantu dirinya untuk mengklarifikasi pemberitaan media ini jika yang ditulis adalah tidak benar.

Bahkan kabarnya, rapat terbatas juga dilakukan pada OPD dimaksud secara per bidang di ruang kerja Kepala Badan.

Tidak tau apa yang dibahas dalam rapat terbatas bersama seluruh bidang itu, entah siapa mau menyalahkan siapa yang pasti semua yang diberitakan media ini adalah benar.

Gorontalo dalam kapasitasnya harusnya tau diri dan jangan sok menjadi pimpinan kedua.sehingga jika terjadi masalah dalam pekerjaannya ,Kepalanya turut membantu memberikan pembelaan.

Bukan lantas Pimpinannya melepas tangan dan enggan berbicara apapun ” tak usah ditanggapi” ucapan singkat sang Kepala Badan.

Pernyataan ini seakan menjadi pukulan telak bagi Gorontalo karena harus menghadapinya sendiri.

Apapun penilaian publik terhadap Sang Kabid Gorontalo akhirnya harus siap diterima.

Sesuai pemberitaan media ini sebelumnya, Gorontalo banyak menerima fulus atau imbalan dari sejumlah OPD jika ingin berkas keuangan cepat diproses dan cepat cair. Bukan baru sekarang ini saat media ini memberitakan kepada publik, tetapi praktek kotor ini sudah menjadi kebiasaannya bahkan dari pimpinan-pimpinan sebelumnya juga.

Terkadang jika ingin berproses cepat dan mendapatkan paraf sang Kabid, mereka harus menyertakan berkas pengusulan sekaligus dengan amplop sebagai tanda pelicin dan itu bukan 100 atau 200 ribu tetapi lebih dari itu. Artinya bukan uang kecil yang dia terima. (Eda L)