Perjalanan 90 Tahun Gereja Protestan Maluku Oleh: Semuel Hatulely Ketua Unit II Sektor Sion Jemaat Amahusu.
September 7, 2025AMBON,fokusmaluku.com- Perjalanan panjang 90 tahun Gereja Protestan Maluku (GPM) merupakan sebuah
kesaksian iman yang penuh makna. Dalam rentang hampir satu abad, GPM telah menapaki
jalan pelayanan yang tidak selalu mudah, namun senantiasa disertai kasih dan penyertaan
Tuhan. Gereja ini lahir, bertumbuh, dan terus berkarya di tengah-tengah masyarakat Maluku
dengan segala dinamika sejarah, sosial, budaya, dan pergumulan yang menyertainya.
Sejak awal berdirinya, GPM telah dipanggil untuk menjadi terang dan garam bagi dunia,
khususnya bagi tanah Maluku. Panggilan ini mengingatkan kita akan firman Tuhan dalam
Roma 12:11-12: “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala
dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan
bertekunlah dalam doa.” Ayat ini meneguhkan bahwa perjalanan pelayanan bukanlah semata-
mata usaha manusia, melainkan perwujudan iman yang berakar dalam kasih Kristus.
Dalam perjalanannya, GPM juga mengalami berbagai tantangan—baik konflik sosial,
pergumulan ekonomi, maupun perubahan zaman yang begitu cepat. Namun, sebagaimana
yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, “Karena kami adalah kawan
sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah” (1 Korintus 3:9). Firman ini
mengingatkan kita bahwa GPM tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari karya
besar Allah yang terus membangun umat-Nya.
Kini, ketika GPM merayakan 90 tahun pelayanannya, kita diajak untuk merenungkan kembali
panggilan utama gereja: memberitakan Injil, menghidupi kasih, dan menjadi saksi kebenaran
di tengah dunia. Seperti tertulis dalam Roma 15:5-6: “Semoga Allah yang adalah sumber
ketekunan dan penghiburan mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan
kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah
dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.”
Perjalanan 90 tahun ini bukanlah akhir, melainkan sebuah tonggak sejarah yang menuntun
gereja untuk terus melangkah ke depan. Dalam setiap langkah, GPM dipanggil untuk tetap
setia, rendah hati, dan berkomitmen melayani, sebagaimana pesan Paulus dalam 1 Korintus
15:58: “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan
giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan
Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
Kiranya semangat 90 tahun ini menjadi dasar yang kokoh untuk GPM terus melanjutkan
pelayanannya. Biarlah kasih Kristus yang menuntun sejak awal tetap menyala, menjadi suluh
yang menerangi jalan pelayanan di masa kini dan masa yang akan datang. Dengan demikian,
GPM akan senantiasa hadir sebagai gereja yang hidup, bertumbuh, dan bersaksi demi hormat
dan kemuliaan nama Tuhan.
Sebagai Ketua Unit II Sektor Sion Jemaat Amahusu, saya menyadari bahwa
perjalanan pelayanan Gereja Protestan Maluku yang telah mencapai 90 tahun tidak
terlepas dari kebersamaan seluruh jemaat. Dalam pelayanan ini, kita semua dipanggil
bukan hanya untuk hadir, tetapi juga untuk memberi diri dengan tulus sebagai pekerja
di kebun anggur Tuhan.
Kerendahan hati adalah dasar dari pelayanan yang sejati. Hanya dengan hati yang
dipenuhi kasih Kristus, kita mampu melayani tanpa pamrih, menopang sesama, dan
bersama-sama membangun tubuh Kristus yang hidup. Sebab, seperti yang diingatkan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15:58, jerih payah kita di dalam Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk terus berkomitmen, mempersembahkan hati, tenaga, dan waktu bagi pelayanan di tengah jemaat maupun masyarakat. Kiranya semangat ini semakin meneguhkan Gereja Protestan Maluku untuk terus menjadi berkat, menghadirkan damai sejahtera, dan memuliakan nama Tuhan di bumi Maluku yang kita kasihi. (**)

