Kolaborasi Pemkot-BI Dorong UMKM Gunakan Qris
Maret 13, 2026AMBON, fokusmaluku com- Kolaborasi Pemerintah kota Ambon dan Kantor Perwakilan Wilayah ( KPw) Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku dalam mendorong pelaku UMKM khususnya pada tiga lokasi di Kecamatan Nusaniwe yakni UMKM RTP Wainitu, Air Salobar dan Amahusu agar dapat menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran dalam bertransaksi.
Digitalisasi pembayaran ini tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut kepercayaan dalam bertransaksi.
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta dalam sambutannya menyampaikan pemanfaatan Ruang Terbuka Publik (RTP) sebagai penopang ekonomi kreatif di Kota Ambon saat ini difokuskan pada beberapa lokasi, yakni RTP Wainitu, RTP Air Salobar, dan RTP Amahusu.
Kegiatan ini dirangkai dalam kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Pembayaran dan Perlindungan Konsumen serta Akselerasi Akuisisi QRIS bagi Pelaku UMKM di Kota Ambon, berlangsung, Senin (9/03/2026), di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota.
UMKM di lokasi tersebut diintegrasikan dengan sektor lain seperti musik, seni, dan budaya di ruang publik untuk menciptakan pusat ekonomi baru di Kota Ambon.
Pengelolaan ruang terbuka publik tersebut dilakukan oleh Tim Pemanfaatan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Publik Kota Ambon (TERAKOTA). Pembentukan tim ini merupakan upaya pemerintah dalam mendorong peran pemuda dalam industri kreatif yang juga menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Ambon.
Toisutta meminta Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui digitalisasi pembayaran (QRIS). Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut kepercayaan dalam bertransaksi.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya fokus pada akuisisi atau pendaftaran QRIS saja, tetapi juga menekankan pentingnya perlindungan konsumen,” tandasnya.
Ia berharap para pelaku UMKM dapat memahami cara bertransaksi digital secara aman, melindungi data usaha dan pelanggan, serta mampu menghindari berbagai modus penipuan yang memanfaatkan teknologi digital.
Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang menggunakan sistem pembayaran non-tunai, diharapkan UMKM di Kota Ambon semakin berdaya, efisiensi usaha meningkat, serta jangkauan pasar menjadi lebih luas.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Dicky R. Afriyanto mengatakan digitalisasi pembayaran merupakan bagian dari upaya mendorong transparansi, akuntabilitas, serta pergerakan ekonomi di daerah.
Dijelaskan, kegiatan tersebut pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BUMN dan perbankan, untuk mengakuisisi pelaku UMKM agar menggunakan QRIS di sejumlah lokasi usaha.
Afriyanto mengatakan UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Struktur ekonomi Indonesia sangat didorong oleh UMKM, dan sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” jelasnya.
Dirinya berharap, sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kota Ambon, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat guna mendorong digitalisasi ekonomi di daerah. (**)


