Wali Kota Ambon Dorong Sekolah Manfaatkan Rapor Pendidikan untuk Benahi Mutu
September 24, 2026AMBON, fokusmaluku.com- Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan, peningkatan mutu pendidikan di Kota Ambon harus dilakukan berdasarkan data yang kuat dan akurat, bukan sekadar asumsi.
Hal itu disampaikan Wattimena saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Evaluasi dan Peningkatan Rapor Pendidikan bagi satuan pendidikan jenjang SD dan SMP se-Kota Ambon. Yang digelar pada salah satu hotel di kota Ambon, Kamis (24/09/2026)
Menurutnya, pendidikan merupakan pondasi utama dalam upaya membangun bangsa dan negara. Karena itu, sektor pendidikan harus menjadi salah satu fokus utama pemerintah, baik dalam hal penganggaran, peningkatan kesejahteraan guru maupun pembenahan sistem pendidikan.
“Kalau kita ingin meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, kita tidak bisa hanya berdasarkan asumsi. Kita harus memiliki data yang kuat dan data yang akurat,” tegasnya.
Wattimena mengatakan, data tersebut penting karena menjadi dasar bagi pemerintah maupun satuan pendidikan untuk melakukan evaluasi, mengidentifikasi persoalan yang terjadi, sekaligus menentukan langkah perbaikan.
Dalam konteks tersebut, Rapor Pendidikan dinilai memiliki peran penting. Rapor Pendidikan, kata dia, tidak boleh hanya dipandang sebagai angka atau hasil penilaian semata, tetapi harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperbaiki berbagai indikator pendidikan yang masih belum baik.
“Rapor Pendidikan itu bukan sekadar angka, bukan sekadar tampilan sebuah hasil penilaian, tetapi mesti dapat kita manfaatkan sebagai alat untuk memperbaiki dan meningkatkan berbagai indikator yang masih kurang,” ujarnya.
Ia meminta para kepala satuan pendidikan jenjang SD dan SMP untuk benar-benar mendalami data Rapor Pendidikan, termasuk melihat perkembangan capaian dalam beberapa tahun terakhir.
Wattimena menyebut, Kota Ambon menunjukkan perkembangan dalam capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan. Dalam empat tahun terakhir, capaian tersebut bergerak dari angka 60,51 hingga mencapai sekitar 75 persen.
Meski menunjukkan perkembangan, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat seluruh pihak berpuas diri.
“Memang ada banyak masalah dan hal yang mempengaruhinya, tetapi yang penting adalah kita harus melihat apa yang menjadi akar masalahnya,” katanya.
Menurutnya, salah satu keunggulan Rapor Pendidikan adalah kemampuannya memberikan gambaran mengenai akar masalah dari indikator yang belum mencapai capaian yang diharapkan.
Karena itu, ketika sebuah indikator masih berada pada kategori merah, sekolah harus mencari tahu penyebabnya. Setelah akar masalah ditemukan, langkah berikutnya adalah menyusun program yang benar-benar diarahkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kalau indikator ini belum baik, masalahnya apa. Akar masalahnya apa. Tugas Bapak/Ibu apa. Kemudian akar masalah itu harus diselesaikan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pemanfaatan dana BOS diarahkan untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan yang ditemukan melalui Rapor Pendidikan.
Wattimena berharap indikator yang masih berada pada kategori merah dapat meningkat menjadi kuning, kemudian hijau. Sementara sekolah yang sudah berada pada kategori hijau diminta untuk mempertahankan capaian tersebut.
“Yang merah naik ke kuning, yang kuning naik menjadi hijau. Tetapi yang sudah hijau harus dijaga, karena mempertahankan itu lebih sulit daripada merebut,” ujarnya.
Jangan Berhenti pada Kegiatan Seremonial
Wali Kota juga meminta agar kegiatan bimbingan teknis tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar berkumpul selama beberapa hari.
Menurutnya, kegiatan tersebut harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kota Ambon.
Ia meminta setelah mengikuti Bimtek, para kepala sekolah dan pihak terkait mulai mengubah cara kerja dengan menjadikan data sebagai dasar dalam menyusun program pendidikan.
“Jangan hanya dilakukan untuk sekadar ketemu, melakukan kegiatan kumpul-kumpul selama seminggu. Tetapi harus ada dampaknya,” katanya.
Wattimena berharap tahun 2026 dan 2027 dapat menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan pendidikan di Kota Ambon.
Jika capaian pendidikan Kota Ambon dapat terus ditingkatkan, maka seluruh pihak yang saat ini terlibat dalam dunia pendidikan akan tercatat sebagai bagian dari proses tersebut.
“Hari ini kita menjadi wali kota, kepala dinas pendidikan, kepala-kepala satuan pendidikan. Kita semua diberikan kesempatan untuk memperbaiki mutu dan kualitas pendidikan di Kota Ambon,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat meninggalkan jejak positif dalam perkembangan pendidikan di Kota Ambon, bukan sekadar menjalankan rutinitas.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dinas Pendidikan Kota Ambon, Imel Mansur dalam laporannya menyebutkan, kegiatan bimtek ini dilakukan dengan tujuan guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan satuan pendidikan dalam mengevaluasi serta memanfaatkan raport pendidikan, meningkatkan pemahaman satuan pendidikan pada indikator dan informasi yang terdapat pada raport pendidikan, membantu satuan pendidikan dalam mengidentifikasi permasalahan berdasarkan data raport pendidikan serta mendorong satuan pendidikan untuk melakukan refleksi agar permasalahan yang ditemukan mendorong pemanfaatan rapat pendidikan sebagai dasar dalam perencanaan dan peningkatan mutu pendidikan.
( Eda L)
Kembangkan Musik sebagai Identitas Kota Ambon
Selain berbicara mengenai Rapor Pendidikan, Wattimena juga menyinggung pentingnya pengembangan potensi lokal, khususnya musik, sebagai bagian dari pendidikan dan pembentukan karakter anak.
Menurutnya, status Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia bukan hanya menjadi tanggung jawab perangkat daerah yang membidangi pariwisata maupun kebudayaan.
“Sudah terlanjur diberikan branding Kota Musik Dunia. Itu bukan cuma tanggung jawab pariwisata, bukan cuma tanggung jawab OPD atau bidang tertentu. Semua kita harus mendukungnya,” jelasnya.
Ia mendorong sekolah untuk ikut mengembangkan potensi lokal, termasuk alat-alat musik tradisional dan berbagai bentuk seni musik yang hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, musik dapat menjadi satu harmoni yang memperkuat identitas Kota Ambon sebagai kota yang majemuk dan heterogen, sekaligus menghargai perbedaan serta keberagaman.
Wattimena juga mendorong agar program kurikulum musik yang telah dilakukan di sejumlah sekolah dapat diimbaskan kepada seluruh sekolah di Kota Ambon.
“Identitas budaya yang di dalamnya ada seni musik, tari-tarian dan lain-lain merupakan sarana kita untuk membangun karakter anak-anak kita,” katanya.
Karena itu, pendidikan di Kota Ambon, lanjutnya, tidak hanya harus berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kecintaan terhadap budaya, kemampuan beradaptasi serta penghargaan terhadap keberagaman.
Wattimena berharap seluruh peserta Bimtek dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Pendidikan harus terus kita dorong agar berkualitas dan adaptif, mampu menyesuaikan dengan berbagai perkembangan hari ini,” pungkasnya. ( Eda L)

