903 CPNS Pemkot Ambon Ikuti Latsar 2026, Wali Kota Tekankan Integritas dan Semangat Melayani
Juni 30, 2026AMBON, fokusmaluku.com – Sebanyak 903 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Ambon mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2026 yang dibuka di salah satu hall pusat perbelanjaan di Kota Ambon, Selasa (23/6/2026).
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam arahannya menegaskan bahwa menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar memperoleh pekerjaan, tetapi merupakan panggilan untuk mengabdi dan melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
“Menjadi pegawai negeri sipil bukan tugas yang ringan. Dibutuhkan pengetahuan, karakter yang baik, serta pemahaman yang komprehensif terhadap tugas pokok dan fungsi sebagai pelayan masyarakat,” kata Wattimena.
Menurutnya, setiap CPNS wajib mengikuti Latsar sebagai tahapan yang diamanatkan peraturan perundang-undangan sebelum diangkat menjadi PNS. Melalui pelatihan tersebut, peserta akan dibekali nilai-nilai dasar ASN, etika, disiplin, serta budaya kerja yang profesional.
Ia mengakui kondisi keuangan Pemerintah Kota Ambon saat ini cukup berat. Namun demikian, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran agar seluruh CPNS dapat mengikuti Latsar sesuai ketentuan yang mewajibkan pelatihan tersebut dilaksanakan paling lambat satu tahun setelah pengangkatan sebagai CPNS.
“Karena kapasitas penyelenggara belum mampu menampung seluruh peserta sekaligus, maka pelaksanaan Latsar dibagi dalam 12 gelombang. Harapan kami, seluruh CPNS dapat mengikuti pelatihan ini sehingga nantinya bisa diangkat menjadi PNS,” ujarnya.
Wattimena menekankan, tujuan utama Latsar adalah membentuk perubahan perilaku para CPNS, dari yang sebelumnya hanya berorientasi pada kepentingan pribadi menjadi aparatur yang mengutamakan kepentingan publik.
Menurutnya, disiplin, ketepatan waktu, tanggung jawab, budaya kerja yang baik, serta loyalitas terhadap organisasi merupakan nilai-nilai yang harus dimiliki setiap ASN.
“ASN harus memahami tugas pokok dan fungsinya, bekerja sesuai kewenangan, serta memiliki loyalitas dalam kerja tim. Semua itu akan dibentuk selama mengikuti pelatihan dasar,” tegasnya.
Selain perubahan perilaku, Latsar juga diarahkan untuk membentuk karakter sebagai pelayan masyarakat. Para peserta akan dibina agar memiliki rasa solidaritas, jiwa korsa, kebanggaan sebagai ASN, serta komitmen dalam menjalankan setiap kebijakan pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Wattimena juga menyinggung kebijakan penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang sempat dilakukan Pemkot Ambon sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi keuangan daerah. Menurutnya, setiap kebijakan diambil melalui proses panjang dan pertimbangan yang matang demi kepentingan masyarakat dan keberlangsungan pemerintahan.
Ia berharap seluruh peserta mampu memahami proses pengambilan kebijakan pemerintah sekaligus siap beradaptasi dengan berbagai tantangan dalam menjalankan tugas sebagai ASN.
“Setelah mengikuti Latsar, kami berharap saudara-saudara menjadi ASN yang berAKHLAK, disiplin, bertanggung jawab, loyal, memiliki komitmen tinggi, serta budaya kerja yang baik dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Wattimena. (**)


