Komite Sekolah dan Warga Masyarakat Hatu Tolak Kehadiran Kepsek Matly

Komite Sekolah dan Warga Masyarakat Hatu Tolak Kehadiran Kepsek Matly

Oktober 24, 2024 0 By admin

AMBON,fokusmaluku.com- Komite Sekolah dan warga masyarakat Negeri Hatu Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah menolak kehadiran Kepala Sekolah SD 197, Maria Evelina Matly.

Penolakan Komite sekolah dan masyarakat setempat lantaran Kepala sekolah yang bersangkutan pernah terjerat masalah dan membuat gaduh pada salah satu sekolah SMP di negeri yang sama yakni SMP 85 Maluku Tengah.

Sebagai bentuk penolakan oleh orang tua adalah dibuat pernyataan sikap pada papan berukuran persegi dan ditempelkan tepat di depan pintu pagar sekolah yang isinya adalah ” Kami Orang Tua dan Komite menolak dengan tegas saudari Maria Evelina Matly sebagai kepala sekolah baru pada sekolah kami” tertanda orang tua dan komite SD 197″

Ketua Komite Sekolah sekolah tersebut, Petrus Elisa Tahuri kepada awak media, Rabu (23/10/2024) menyebutkan, mendengar kehadiran dirinya di sekolah ini, jujur kami tidak setuju dan menolak kehadiran beliau.

Menurutnya, komite bersama orang tua sudah melakukan rapat dan keputusannya adalah menolak yang bersangkutan, mengapa tidak PLT kepsek yang saat ini menjabat diangkat saja menjadi kepala sekolah Defenitif.

Diharapkan ada pertimbangan terhadap keputusan kami, prinsipnya kami tidak melawan pemerintah tetapi sebagai komite kami bertanggung jawab penuh,mewakili para orang tua.

Diakuinya,pihaknya memiliki alasan untuk menolak yang pertama: ibu Maria ini pernah, melakukan kegaduhan di salah satu SMP yang ada di Negeri Hattu,

Kedua, Sebagai anak Negeri kami tidak mau untuk orang yang di luar anak negeri kami memimpin sekolah yang yang selama ini berjalan dengan baik

Ketiga,Kami pernah melakukan pertemuan dengan Korwil itu tidak ada solusi, karena di sana ada satu perkataan dari salah satu Ibu. saya belum tahu pasti namanya dan saya pernah tanya namanya tapi tidak diberikan namanya tetapi yang kita tahu pasti bahwa ibu itu bekerja di Korwil Maluku Tengah tepat Leihitu Barat

Ada satu perkataan yang membuat kami menolak katanya orang hattu tidak berkompetensi untuk menjadi kepala sekolah

Nah ini, ini menjadi alasan kenapa kita menolak dan Kenapa kita sampai hari ini masih mempertahankan Ibu,Plt Kepsek SD 197 Dorlintje Nampasnea untuk menjadi kepala sekolah karena yang pertama, menyangkut pengelolaan dana BOS ibu Nampasnea sangat transparan.

Baginya, Nampasnea juga pernah punya pengabdian di salah satu sekolah di SDN 3 dan itu dikatakan berhasil karena sekolah itu juga mendapat akreditasi A.

Atas pertimbangan-pertimbanga demikian maka kami mempertahankan Ibu
Nampasnea, untuk tetap menjadi PLT

“Kami sangat harapkan untuk Korwil, Dinas Pendidikan,BKD bahkan sampai pak Bupati sekalipun untuk dapat menindaklajuti Hal demikian, imbuhnya seraya menambahkan, jika pihak berwenang tidak menanggapi permintaan dan pertimbangan kami, tentu segan-segan untuk mengeluarkan semua anak kami dari sekolah ini dan memindahkan ke sekolah yang lain,”tutupnya. (Eda L)